3/9/12

Materi Askep Tuberculosa

By Unknown | At Friday, March 09, 2012 | Label : , | 0 Comments

Askep Tuberculosa

a.       Tuberkolusis
Tuberkolusis paru adalah suatu penyakit menular  yang disebabkan oleh basil Mikrobacterium tuberkolusis yang merupakan  salah satu penyakit saluran pernafasan bagian bawah yang sebagian besar  basil tuberkolusis masuk ke dalam jaringan paru melalui airbone  infection dan selanjutnya mengalami proses yang dikenal sebagai focus  primer dari ghon ( Hood Alsagaff, th 1995. hal 73)
b.       Batuk Darah(Hemoptisis)
Batuk  darah (hemoptisis)adalah darah atau dahak berdarah yang dibatukkan  berasal dari saluran pernafasan bagian bawah yaitu mulai dari glottis  kearah distal, batuk darah akan berhenti sendiri jika asal robekan  pembuluh darah  tidak luas , sehingga penutupan  luka dengan cepat terjadi . (Hood Alsagaff, 1995, hal 301)
2.      Faktor-  factor yang mempengaruhi timbulnya masalah .
a.       anatomi  dan fisiologi
System pernafasan terdiri dari  hidung , faring , laring ,trakea , bronkus , sampai dengan alveoli  dan paru-paru
Hidung merupakan saluran pernafasan yang  pertama , mempunyai dua lubang/cavum nasi. Didalam terdapat bulu yang  berguna untuk menyaring udara , debu dan kotoran yang masuk dalam lubang  hidung . hidung dapat menghangatkan udara pernafasan oleh mukosa (Drs.  H. Syaifuddin. B . Ac , th 1997 , hal 87 )
Faring merupakan tempat  persimpangan antara jalan pernafasan dan jalan makanan , faring terdapat  dibawah dasar tengkorak , dibelakang rongga hidung dan mulut sebelah  depan ruas tulang leher . faring dibagi atas tiga bagian yaitu sebelah  atas yang sejajar dengan koana yaitu nasofaring , bagian tengah dengan  istimus fausium disebut orofaring , dan dibagian bawah sekali dinamakan  laringofaring .(Drs .H.syafuddin. B.Ac 1997 hal 88)
Trakea  merupakan cincin tulang rawan yang tidak lengkap (16-20cincin), panjang  9-11 cm dan dibelakang terdiri dari jaringan ikat yang dilapisi oleh  otot polos dan lapisan mukosa . trakea dipisahkan oleh karina menjadi  dua bronkus yaitu bronkus kanan dan bronkus kiri (Drs .H . Syaifuddin  .B. Ac th 1997, hal 88-89)
Bronkus  merupakan lanjutan dari trakea yang membentuk bronkus utama kanan dan  kiri , bronkus kanan lebih pendek dan lebih besar daripada bronkus kiri  cabang bronkus yang lebih kecil disebut bronkiolus yang pada ujung –  ujung nya terdapat gelembung paru atau gelembung alveoli (H.Syaifuddin  B Ac th1997, hal 89-90).
Paru-  paru merupakan sebuah alat tubuh yang sebagian besar terdiri dari  gelembung – gelembung .paru-paru terbagi menjadi dua yaitu paru-paru  kanan tiga lobus dan paru-paru kiri dua lobus . Paru-paru terletak pada  rongga dada yang diantaranya menghadap ke tengah rongga dada / kavum  mediastinum. Paru-paru mendapatkan darah dari arteri  bronkialis yang kaya akan darah dibandingkan dengan darah arteri  pulmonalis yang berasal dari atrium kiri.besar daya muat udara oleh  paru-paru ialah 4500 ml sampai 5000 ml udara. Hanya sebagian kecil udara  ini, kira-kira 1/10 nya atau 500 ml adalah udara pasang surut .  sedangkan kapasitas paru-paru adalah volume udara yang dapat di capai  masuk dan keluar paru-paru yang dalam keadaan normal kedua paru-paru  dapat menampung sebanyak kuranglebih 5 liter. (Drs. H. Syaifuddin . B.Ac  .th 1997 hal 90 , EVELYN,C, PIERCE , 1995 hal 221)
Pernafasan  ( respirasi ) adalah peristiwa menghirup udara dari luar yang  mengandung oksigen ke dalam tubuh (inspirasi) serta mengeluarkan udara  yang mengandung karbondioksida sisa oksidasi keluar tubuh (ekspirasi)  yang terjadi karena adanya perbedaan tekanan antara rongga pleura dan  paru-paru .proses pernafasan tersebut terdiri dari 3 bagian yaitu:
1.      Ventilasi  pulmoner.
Ventilasi merupakan proses inspirasi dan ekspirasi  yang merupakan proses aktif dan pasif yang mana otot-otot interkosta  interna berkontraksi dan mendorong dinding dada sedikit ke arah luar,  akibatnya diafragma turun dan otot diafragma berkontraksi. Pada  ekspirasi diafragma dan otot-otot interkosta eksterna relaksasi dengan  demikian rongga dada menjadi kecil kembali,    udara terdorong keluar. ( LUH GEDE.Y.A.SKp.1995.hal 124.  Drs.H.Syaifuddin.B.Ac.1997.hal 91)
2.      Difusi  Gas.
Difusi Gas adalah bergeraknya gas CO2 dan CO3  atau partikel lain dari area yang bertekanan tinggi  kearah yang bertekanann rendah. Difusi  gas  melalui membran pernafasan  yang dipengaruhi oleh  factor ketebalan membran, luas permukaan membran, komposisi membran,  koefisien difusi O2 dan CO2 serta perbedaan tekanan gas O2 dan CO2.  Dalam Difusi gas ini pernfasan yang  berperan  penting yaitu alveoli dan darah. (Ni Luh Gede.Y.A. SKP. Th 1995 hal 124,  Drs. H. Syaifuddin. B.Ac.1997 hal 93 .Hood .Alsegaff  th  1995 . hal 36-37)
3.      Transportasi  Gas
Transportasi gas adalah perpindahan gas dari paru  ke jaringan dan dari jaringan ke paru dengan bantuan darah (aliran  darah). Masuknya O2 kedalam sel darah yang bergabung dengan hemoglobin  yang kemudian membentuk oksihemoglobin sebanyak 97% dan sisa 3 % yang  ditransportasikan ke dalam cairan plasma dan sel .(Ni Luh Gede Y. A. Skp  th1995 hal 125 Hood Alsegaff th 1995 hal 40).
b.      Patofisiologi
Penyebaran kuman Mikrobacterium tuberkolusis bisa  masuk melalui tiga tempat yaitu saluran pernafasan , saluran pencernaan  dan adanya luka yang terbuka pada kulit. Infeksi kuman ini sering  terjadi melalui udara ( airbone ) yang cara penularannya dengan droplet  yang mengandung  kuman dari orang yang terinfeksi  sebelumnya .(Sylvia.A.Price.1995.hal 754)
Penularan tuberculosis paru  terjadi karena penderita TBC membuang ludah dan dahaknya sembarangan  dengan cara dibatukkan atau dibersinkan keluar. Dalam dahak dan ludah  ada basil TBC-nya , sehingga basil ini mengering lalu diterbangkan angin  kemana-mana. Kuman terbawa angin dan jatuh ketanah maupun lantai rumah  yang kemudian terhirup oleh manusia melalui paru-paru dan bersarang  serta berkembangbiak di paru-paru. ( dr.Hendrawan.N.1996,hal 1-2 )
Pada  permulaan penyebaran akan terjadi beberapa kemungkinan yang bisa muncul  yaitu penyebaran limfohematogen yang dapat menyebar melewati getah  bening atau pembuluh darah. Kejadian ini dapat meloloskan kuman dari  kelenjar getah bening dan menuju aliran darah dalam jumlah kecil yang  dapat menyebabkan lesi pada organ tubuh yang lain. Basil tuberkolusis  yang bisa mencapai permukaan alveolus biasanya di inhalasi sebagai suatu  unit yang terdiri dari 1-3 basil. Dengan adanya basil yang mencapai  ruang alveolus, ini terjadi dibawah lobus atas paru-paru atau dibagian  atas lobus bawah, maka hal ini bisa membangkitkan reaksi peradangan.  Berkembangnya leukosit pada hari hari pertama ini di gantikan oleh  makrofag.Pada alveoli yang terserang mengalami konsolidasi dan  menimbulkan tanda dan gejala pneumonia akut. Basil ini juga dapat  menyebar melalui getah bening menuju kelenjar getah bening regional,  sehingga makrofag yang mengadakan infiltrasi akan menjadi lebih panjang  dan yang sebagian bersatu membentuk sel tuberkel epitelloid yang  dikelilingi oleh limfosit,proses tersebut membutuhkan waktu 10-20 hari.  Bila terjadi lesi primer paru yang biasanya disebut focus ghon dan  bergabungnya serangan kelenjar getah bening regional dan lesi primer  dinamakan kompleks ghon. Kompleks ghon yang mengalami pencampuran ini  juga dapat diketahui pada orang sehat yang kebetulan menjalani  pemeriksaan radiogram rutin.Beberapa respon lain yang terjadi pada  daerah nekrosis adalah pencairan, dimana bahan cair lepas kedalam  bronkus dan menimbulkan kavitas.Pada proses ini akan dapat terulang  kembali dibagian selain paru-paru ataupun basil dapat terbawa sampai ke  laring ,telinga tengah atau usus.(Sylvia.A Price:1995;754)
Kavitas  yang kecil dapat menutup sekalipun tanpa adanya pengobatan dan dapat  meninggalkan jaringan parut fibrosa. Bila peradangan mereda lumen  bronkus dapat menyempit dan tertutup oleh jaringan parut yang terdapat  dengan perbatasan bronkus rongga. Bahan perkijauan dapat mengental  sehingga tidak dapat mengalir melalui saluran penghubung, sehingga  kavitas penuh dengan bahan perkijauan dan lesi mirip dengan lesi  berkapsul yang tidak lepas.Keadaan ini dapat tidak menimbulkan gejala  dalam waktu lama atau membentuk lagi hubungan dengan bronkus dan menjadi  tempat peradangan aktif.(Syilvia.A Price:1995;754)
Batuk  darah (hemaptoe) adalah batuk darah yang terjadi karena penyumbatan  trakea dan saluran nafas sehingga timbul sufokal yang sering fatal. Ini  terjadi pada batuk darah masif  yaitu  600-1000cc/24 jam.Batuk darah pada penderita TB paru disebabkan oleh  terjadinya ekskavasi dan ulserasi dari pembuluh darah pada dinding  kapitas.(Hood Al sagaff dkk:1995;85-86).


 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgGdLCuuuTQFq7c7Mf_cZSU2z1wI9OUGjLIbWb-fsiGCuocQC60WSdV8p1TxWNSEWI81tT99A1GonCqDbmgj1oGhoDrzWE21H8iOcn4SzKaMxXv0B_CqF-aV8BH92BGU5ARvvtKZHqRDxU/s320/poetra+sentence.jpg

Makalah Batu Ginjal

By Unknown | At Friday, March 09, 2012 | Label : , | 0 Comments

Asuhan keperawatan Pada klien batu ginjal

PengertianBatu ginjal merupakan batu saluran kemih (urolithiasis), sudah dikenal sejak zaman Babilonia dan Mesir kuno dengan diketemukannya batu pada kandung kemih mummi. Batu saluran kemih dapat diketemukan sepanjang saluran kemih mulai dari sistem kaliks ginjal, pielum, ureter, buli-buli dan uretra. Batu ini mungkin terbentuk di di ginjal kemudian turun ke saluran kemih bagian bawah atau memang terbentuk di saluran kemih bagian bawah karena adanya stasis urine seperti pada batu buli-buli karena hiperplasia prostat atau batu uretra yang terbentu di dalam divertikel uretra. Batu ginjal adalah batu yang terbentuk di tubuli ginjal kemudian berada di kaliks, infundibulum, pelvis ginjal dan bahkan bisa mengisi pelvis serta seluruh kaliks ginjal dan merupakan batu slauran kemih yang paling sering terjadi (Purnomo, 2000, hal. 68-69).
Insidens dan Etiologi
Penyakit batu saluran kemih menyebar di seluruh dunia dengan perbedaan di negara berkembang banyak ditemukan batu buli-buli sedangkan di negara maju lebih banyak dijumpai batu saluran kemih bagian atas (gunjal dan ureter), perbedaan ini dipengaruhi status gizi dan mobilitas aktivitas sehari-hari. Angka prevalensi rata-rata di seluruh dunia adalah 1-12 % penduduk menderita batu saluran kemih.
Penyebab terbentuknya batu saluran kemih diduga berhubungan dengan gangguan aliran urine, gangguan metabolik, infeksi saluran kemih, dehidrasi dan keadaan-keadaan lain yang masih belum terungkap (idiopatik)
Secara epidemiologis terdapat beberapa faktor yang mempermudah terjadinya batu saluran kemih yang dibedakan sebagai faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik.
Faktor intrinsik, meliputi:
1.      Herediter; diduga dapat diturunkan dari generasi ke generasi.
2.      Umur; paling sering didapatkan pada usia 30-50 tahun
3.      Jenis kelamin; jumlah pasien pria 3 kali lebih banyak dibanding pasien wanita.
Faktor ekstrinsik, meliputi:
1.      Geografi; pada beberapa daerah menunjukkan angka kejadian yang lebih tinggi daripada daerah lain sehingga dikenal sebagai daerah stone belt (sabuk batu)
2.      Iklim dan temperatur
3.      Asupan air; kurangnya asupan air dan tingginya kadar mineral kalsium dapat meningkatkan insiden batu saluran kemih.
4.      Diet; diet tinggi purin, oksalat dan kalsium mempermudah terjadinya batu saluran kemih.
5.      Pekerjaan; penyakit ini sering dijumpai pada orang yang pekerjaannya banyak duduk atau kurang aktivitas fisik (sedentary life).
Teori Terbentuknya Batu Saluran Kemih
Beberapa teori terbentuknya batu saluran kemih adalah:
1.      Teori nukleasi: Batu terbentuk di dalam urine karena adanya inti batu atau sabuk batu (nukleus). Partikel-partikel yang berada dalam larutan kelewat jenuh akan mengendap di dalam nukleus itu sehingga akhirnya membentuk batu. Inti bantu dapat berupa kristal atau benda asing saluran kemih.
2.      Teori matriks: Matriks organik terdiri atas serum/protein urine (albumin, globulin dan mukoprotein) sebagai kerangka tempat mengendapnya kristal-kristal batu.
3.      Penghambat kristalisasi: Urine orang normal mengandung zat penghambat pembentuk kristal yakni magnesium, sitrat, pirofosfat, mukoprotein dan beberapa peptida. Jika kadar salah satu atau beberapa zat ini berkurang akan memudahkan terbentuknya batu dalam saluran kemih.
Komposisi Batu
Batu saluran kemih pada umumnya mengandung unsur: kalsium oksalat, kalsium fosfat, asam urat, magnesium-amonium-fosfat (MAP), xanthyn dan sistin. Pengetahuan tentang komposisi batu yang ditemukan penting dalam usaha pencegahan kemungkinan timbulnya batu residif.
Batu Kalsium
Batu kalsium (kalsium oksalat dan atau kalsium fosfat) paling banyak ditemukan yaitu sekitar 75-80% dari seluh batu saluran kemih. Faktor tejadinya batu kalsium adalah:
1.      Hiperkasiuria: Kadar kasium urine lebih dari 250-300 mg/24 jam, dapat terjadi karena peningkatan absorbsi kalsium pada usus (hiperkalsiuria absorbtif), gangguan kemampuan reabsorbsi kalsium pada tubulus ginjal (hiperkalsiuria renal) dan adanya peningkatan resorpsi tulang (hiperkalsiuria resoptif) seperti pada hiperparatiridisme primer atau tumor paratiroid.
2.      Hiperoksaluria: Ekskresi oksalat urien melebihi 45 gram/24 jam, banyak dijumpai pada pasien pasca pembedahan usus dan kadar konsumsi makanan kaya oksalat seperti the, kopi instan, soft drink, kakao, arbei, jeruk sitrun dan sayuran hijau terutama bayam.
3.      Hiperurikosuria: Kadar asam urat urine melebihi 850 mg/24 jam. Asam urat dalam urine dapat bertindak sebagai inti batu yang mempermudah terbentuknya batu kalsium oksalat. Asam urat dalam urine dapat bersumber dari konsumsi makanan kaya purin atau berasal dari metabolisme endogen.
4.      Hipositraturia: Dalam urine, sitrat bereaksi dengan kalsium membentuk kalsium sitrat sehingga menghalangi ikatan kalsium dengan oksalat atau fosfat. Keadaan hipositraturia dapat terjadi pada penyakit asidosis tubuli ginjal, sindrom malabsorbsi atau pemakaian diuretik golongan thiazide dalam jangka waktu lama.
5.      Hipomagnesiuria: Seperti halnya dengan sitrat, magnesium bertindak sebagai penghambat timbulnya batu kalsium karena dalam urine magnesium akan bereaksi dengan oksalat menjadi magnesium oksalat sehingga mencegah ikatan dengan kalsium ddengan oksalat.
Batu Struvit
Batu struvit disebut juga batu sebagai batu infeksi karena terbentuknya batu ini dipicu oleh adanya infeksi saluran kemih. Kuman penyebab infeksi ini adalah golongan pemecah urea (uera splitter seperti: Proteus spp., Klebsiella, Serratia, Enterobakter, Pseudomonas dan Stafilokokus) yang dapat menghasilkan enzim urease dan mengubah urine menjadi basa melalui hidrolisis urea menjadi amoniak. Suasana basa ini memudahkan garam-garam magnesium, amonium, fosfat dan karbonat membentuk batu magnesium amonium fosfat (MAP) dan karbonat apatit.
Batu Urat
Batu asam urat meliputi 5-10% dari seluruh batu saluran kemih, banyak dialami oleh penderita gout, penyakit mieloproliferatif, pasein dengan obat sitostatika dan urikosurik (sulfinpirazone, thiazide dan salisilat). Kegemukan, alkoholik dan diet tinggi protein mempunyai peluang besar untuk mengalami penyakit ini. Faktor yang mempengaruhi terbentuknya batu asam urat adalah: urine terlalu asam (pH < 6, volume urine < 2 liter/hari atau dehidrasi dan hiperurikosuria.
Patofisiologi
Batu saluran kemih dapat menimbulkan penyulit berupa obstruksi dan infeksi saluran kemih. Manifestasi obstruksi pada saluran kemih bagian bawah adalah retensi urine atau keluhan miksi yang lain sedangkan pada batu saluran kemih bagian atas dapat menyebabkan hidroureter atau hidrinefrosis. Batu yang dibiarkan di dalam saluran kemih dapat menimbulkan infeksi, abses ginjal, pionefrosis, urosepsis dan kerusakan ginjal permanen (gagal ginjal)
Keluhan yang disampaikan pasien tergantung pada letak batu, besar batu dan penyulit yang telah terjadi. Pada pemeriksaan fisik mungkin didapatkan nyeri ketok di daerah kosto-vertebra, teraba ginjal pada sisi yang sakit akibat hidronefrosis, ditemukan tanda-tanda gagal ginjal, retensi urine dan jika disertai infeksi didaptkan demam/menggigil.
Pemeriksaan sedimen urine menunjukan adanya lekosit, hematuria dan dijumpai kristal-kristal pembentuk batu. Pemeriksaan kultur urine mungkin menunjukkan adanya adanya pertumbuhan kuman pemecah urea.
Pemeriksaan faal ginjal bertujuan mencari kemungkinan terjadinya penurunan fungsi ginjal dan untuk mempersipkan pasien menjalani pemeriksaan foto PIV. Perlu juga diperiksa kadar elektrolit yang diduga sebagai penyebab timbulnya batu salran kemih (kadar kalsium, oksalat, fosfat maupun urat dalam darah dan urine).
Pembuatan foto polos abdomen bertujuan melihat kemungkinan adanya batu radio-opak dan paling sering dijumpai di atara jenis batu lain. Batu asam urat bersifat non opak (radio-lusen).
Pemeriksaan pieolografi intra vena (PIV) bertujuan menilai keadaan anatomi dan fungsi ginjal. Selain itu PIV dapat mendeteksi adanya batu semi opak atau batu non opak yang tidak tampak pada foto polos abdomen.
Ultrasongrafi dikerjakan bila pasien tidak mungkin menjalani pemeriksaan PIV seperti pada keadaan alergi zat kontras, faal ginjal menurun dan pada pregnansi. Pemeriksaan ini dapat menilai adanya batu di ginjal atau buli-buli (tampak sebagai echoic shadow), hidronefrosis, pionefrosis atau pengkerutan ginjal.
Penatalaksanaan
Batu yang sudah menimbulkan masalah pada saluran kemih harus segera dikeluarkan agar tidak menimbulkan penyulit yang lebih berat. Indikasi untuk melakukan tindakan pada batu saluran kemih adalah telah terjadinya obstruksi, infeksi atau indikasi sosial. Batu dapat dikeluarkan melalui prosedur medikamentosa, dipecahkan dengan ESWL, melalui tindakan endo-urologi, bedah laparoskopi atau pembedahan terbuka.
Pencegahan
Setelah batu dikelurkan, tindak lanjut yang tidak kalah pentingnya adalahupaya mencegah timbulnya kekambuhan. Angka kekambuhan batu saluran kemih rata-rata 7%/tahun atau kambuh >50% dalam 10 tahun.
Prinsip pencegahan didasarkan pada kandungan unsur penyusun batu yang telah diangkat. Secara umum, tindakan pencegahan yang perlu dilakukan adalah:
1.      Menghindari dehidrasi dengan minum cukup, upayakan produksi urine 2-3 liter per hari
2.      Diet rendah zat/komponen pembentuk batu
3.      Aktivitas harian yang cukup
4.      Medikamentosa

Beberapa diet yang dianjurkan untuk untuk mengurangi kekambuhan adalah:

1.      Rendah protein, karena protein akan memacu ekskresi kalsium urine dan menyebabkan suasana urine menjadi lebih asam.
2.      Rendah oksalat
3.      Rendah garam karena natiuresis akan memacu timbulnya hiperkalsiuria
4.      Rendah purin
5.      Rendah kalsium tidak dianjurkan kecuali pada hiperkalsiuria absorbtif type II
FOKUS PENGKAJIAN KEPERAWATAN

Riwayat Keperawatan dan Pengkajian Fisik:

Berdasarkan klasifikasi Doenges dkk. (2000) riwayat keperawatan yang perlu dikaji adalah:
1.         Aktivitas/istirahat:
Gejala:
-            Riwayat pekerjaan monoton, aktivitas fisik rendah, lebih banyak duduk
-            Riwayat bekerja pada lingkungan bersuhu tinggi
-            Keterbatasan mobilitas fisik akibat penyakit sistemik lainnya (cedera serebrovaskuler, tirah baring lama)
2.         Sirkulasi
Tanda:
-            Peningkatan TD, HR (nyeri, ansietas, gagal ginjal)
-            Kulit hangat dan kemerahan atau pucat
3.         Eliminasi
Gejala:
-            Riwayat ISK kronis, obstruksi sebelumnya
-            Penrunan volume urine
-            Rasa terbakar, dorongan berkemih
-            Diare
Tanda:
-            Oliguria, hematuria, piouria
-            Perubahan pola berkemih

4.         Makanan dan cairan:
Gejala:
-            Mual/muntah, nyeri tekan abdomen
-            Riwayat diet tinggi purin, kalsium oksalat dan atau fosfat
-            Hidrasi yang tidak adekuat, tidak minum air dengan cukup
Tanda:
-            Distensi abdomen, penurunan/tidak ada bising usus
-            Muntah
5.         Nyeri dan kenyamanan:
Gejala:
-            Nyeri hebat pada fase akut (nyeri kolik), lokasi nyeri tergantung lokasi batu (batu ginjal menimbulkan nyeri dangkal konstan)
Tanda:
-            Perilaku berhati-hati, perilaku distraksi
-            Nyeri tekan pada area ginjal yang sakit
6.         Keamanan:
Gejala:
-            Penggunaan alkohol
-            Demam/menggigil
7.         Penyuluhan/pembelajaran:
Gejala:
-            Riwayat batu saluran kemih dalam keluarga, penyakit ginjal, hipertensi, gout, ISK kronis
-            Riwayat penyakit usus halus, bedah abdomen sebelumnya, hiperparatiroidisme
-            Penggunaan antibiotika, antihipertensi, natrium bikarbonat, alopurinul, fosfat, tiazid, pemasukan berlebihan kalsium atau vitamin.

 1. Tes Diagnostik

Lihat konsep medis.
DIAGNOSA KEPERAWATAN
  1. Nyeri (akut) b/d peningkatan frekuensi kontraksi ureteral, taruma jaringan, edema dan iskemia seluler.
  2. Perubahan eliminasi urine b/d stimulasi kandung kemih oleh batu, iritasi ginjal dan ureter, obstruksi mekanik dan peradangan.
  3. Kekurangan volume cairan (resiko tinggi) b/d mual/muntah (iritasi saraf abdominal dan pelvis ginjal atau kolik ureter, diuresis pasca obstruksi.
  4. Kurang pengetahuan tentang kondisi, prognosis dan kebutuhan terapi b/d kurang terpajan atau salah interpretasi terhadap informasi, keterbatasan kognitif, kurang akurat/lengkapnya informasi yang ada.
INTERVENSI KEPERAWATAN
Nyeri (akut) b/d peningkatan frekuensi kontraksi ureteral, taruma jaringan, edema dan iskemia seluler.
INTERVENSI KEPERAWATAN
RASIONAL
1.                   Catat lokasi, lamanya/intensitas nyeri (skala 1-10) dan penyebarannya. Perhatiakn tanda non verbal seperti: peningkatan TD dan DN, gelisah, meringis, merintih, menggelepar.


2.                   Jelaskan penyebab nyeri dan pentingnya melaporkan kepada staf perawatan setiap perubahan karakteristik nyeri yang terjadi.


3.                   Lakukan tindakan yang mendukung kenyamanan (seperti masase ringan/kompres hangat pada punggung, lingkungan yang tenang)

4.                   Bantu/dorong pernapasan dalam, bimbingan imajinasi dan aktivitas terapeutik.

5.                   Batu/dorong peningkatan aktivitas (ambulasi aktif) sesuai indikasi disertai asupan cairan sedikitnya 3-4 liter perhari dalam batas toleransi jantung.

6.                   Perhatikan peningkatan/menetapnya keluhan nyeri abdomen.



7.                   Kolaborasi pemberian obat sesuai program terapi:
-                                     Analgetik



-                                     Antispasmodik


-                                     Kortikosteroid



8.   Pertahankan patensi kateter urine bila diperlukan.
Membantu evaluasi tempat obstruksi dan kemajuan gerakan batu. Nyeri panggul sering menyebar ke punggung, lipat paha, genitalia sehubungan dengan proksimitas pleksus saraf dan pembuluh darah yang menyuplai area lain. Nyeri tiba-tiba dan hebat dapat menimbulkan gelisah, takut/cemas. Melaporkan nyeri secara dini memberikan kesempatan pemberian analgesi pada waktu yang tepat dan membantu meningkatkan kemampuan koping klien dalam menurunkan ansietas.

Meningkatkan relaksasi dan menurunkan ketegangan otot.



Mengalihkan perhatian dan membantu relaksasi otot.


Aktivitas fisik dan hidrasi yang adekuat meningkatkan lewatnya batu, mencegah stasis urine dan mencegah pembentukan batu selanjutnya.

Obstruksi lengkap ureter dapat menyebabkan perforasi dan ekstravasasiurine ke dalam area perrenal, hal ini merupakan kedaruratan bedah akut.



Analgetik (gol. narkotik) biasanya diberikan selama episode akut untuk menurunkan kolik ureter dan meningkatkan relaksasi otot/mental.
Menurunkan refleks spasme, dapat menurunkan kolik dan nyeri.

Mungkin digunakan untuk menurunkan edema jaringan untuk membantu gerakan batu.

Mencegah stasis/retensi urine, menurunkan risiko peningkatan tekanan ginjal dan infeksi.
Perubahan eliminasi urine b/d stimulasi kandung kemih oleh batu, iritasi ginjal dan ureter, obstruksi mekanik dan peradangan.
INTERVENSI KEPERAWATAN
RASIONAL
1.                                                                         Awasi asupan dan haluaran, karakteristik urine, catat adanya keluaran batu.
2.                                                                         Tentukan pola berkemih normal klien dan perhatikan variasi yang terjadi.




3.                                                                         Dorong peningkatan asupan cairan.


4.                                                                         Observasi perubahan status mental, perilaku atau tingkat kesadaran.

5.                                                                         Pantau hasil pemeriksaan laboratorium  (elektrolit, BUN, kreatinin)
6.                                                                         Berikan obat sesuai indikasi:
-                                     Asetazolamid (Diamox), Alupurinol (Ziloprim)

-                                     Hidroklorotiazid (Esidrix, Hidroiuril), Klortalidon (Higroton)

-                                     Amonium klorida, kalium atau natrium fosfat (Sal-Hepatika)

-                                     Agen antigout mis: Alupurinol (Ziloprim)

-                                     Antibiotika

-                                     Natrium bikarbonat




-                                     Asam askorbat

7.   Pertahankan patensi kateter tak menetap (uereteral, uretral atau nefrostomi).
8.                                                                         Irigasi dengan larutan asam atau alkali sesuai indikasi.

9.   Siapkan klien dan bantu prosedur    endoskopi.
Memberikan informasi tentang fungsi ginjal dan adanya komplikasi. Penemuan batu memungkinkan identifikasi tipe batu dan mempengaruhi pilihan terapi Batu saluran kemih dapat menyebabkan peningkatan eksitabilitas saraf sehingga menimbulkan sensasi kebutuhan berkemih segera. Biasanya frekuensi dan urgensi meningkat bila batu mendekati  pertemuan uretrovesikal.
Peningkatan hidrasi dapat membilas bakteri, darah, debris dan membantu lewatnya batu.
Akumulasi sisa uremik dan ketidakseimbangan elektrolit dapat menjadi toksik pada SSP.
Peninggian BUN, kreatinin dan elektrolit menjukkan disfungsi ginjal

Meningkatkan pH urine (alkalinitas) untuk menurnkan pembentukan batu asam.

Mencegah stasis urine ddan menurunkan pembentukan batu kalsium.

Menurunkan pembentukan batu fosfat


Menurnkan produksi asam urat.


Mungkin diperlukan bila ada ISK

Mengganti kehilangan yang tidak dapat teratasi selama pembuangan bikarbonat dan atau alkalinisasi urine, dapat mencegah pemebntukan batu.

Mengasamkan urine untuk mencegah berulangnay pembentukan batu alkalin.
Mungkin diperlukan untuk membantu kelancaran aliran urine.

Mengubah pH urien dapat membantu pelarutan batu dan mencegah pembentukan batu selanjutnya.
Berbagai prosedur endo-urologi dapat dilakukan untuk mengeluarkan batu.

Kekurangan volume cairan (resiko tinggi) b/d mual/muntah (iritasi saraf abdominal dan pelvis ginjal atau kolik ureter, diuresis pasca obstruksi.

INTERVENSI KEPERAWATAN
RASIONAL
  1.   Awasi asupan dan haluaran


2.   Catat insiden dan karakteristik muntah, diare.



3.   Tingkatkan asupan cairan 3-4 liter/hari.


4.   Awasi tanda vital.


5.   Timbang berat badan setiap hari.


6.   Kolaborasi pemeriksaan HB/Ht dan elektrolit.

7.   Berikan cairan infus sesuai program terapi.

8.   Kolaborasi pemberian diet sesuai keadaan klien.



9.   Berikan obat sesuai program terapi      (antiemetik misalnya Proklorperasin/ Campazin).
  Mengevaluasi adanya stasis urine/kerusakan ginjal.

Mual/muntah dan diare secara umum berhubungan dengan kolik ginjal karena saraf ganglion seliaka menghubungkan kedua ginjal dengan lambung.

Mempertahankan keseimbangan cairan untuk homeostasis, juga dimaksudkan sebagai upaya membilas batu keluar.

Indikator hiddrasi/volume sirkulasi dan kebutuhan intervensi.

Peningkatan BB yang cepat mungkin berhubungan dengan retensi.

Mengkaji hidrasi dan efektiviatas intervensi.

Mempertahankan volume sirkulasi (bila asupan per oral tidak cukup)

Makanan mudah cerna menurunkan aktivitas saluran cerna, mengurangi iritasi dan membantu mempertahankan cairan dan keseimbangan nutrisi.

Antiemetik mungkin diperlukan untuk menurunkan mual/muntah.
Kurang pengetahuan tentang kondisi, prognosis dan kebutuhan terapi b/d kurang terpajan atau salah interpretasi terhadap informasi, keterbatasan kognitif, kurang akurat/lengkapnya informasi yang ada.
INTERVENSI KEPERAWATAN
RASIONAL
  1.   Tekankan pentingnya memperta-hankan asupan hidrasi 3-4 liter/hari.


2.   Kaji ulang program diet sesuai indikasi.
-                                     Diet rendah purin
-                                     Diet rendah kalsium
-                                     Diet rendah oksalat
-                                     Diet rendah kalsium/fosfat


3.   Diskusikan program obat-obatan, hindari obat yang dijual bebas.



4.   Jelaskan tentang tanda/gejala yang memerlukan evaluasi medik (nyeri berulang, hematuria, oliguria)


5.   Tunjukkan perawatan yang tepat terhadap luka insisi dan kateter bila ada.
  Pembilasan sistem ginjal menurunkan kesemapatan stasis ginjal dan pembentukan batu.

Jenis diet yang diberikan disesuaikan dengan tipe batu yang ditemukan.






Obat-obatan yang diberikan bertujuan untuk mengoreksi asiditas atau alkalinitas urine tergantung penyebab dasar pembentukan batu.

Pengenalan dini tanda/gejala berulangnya pembentukan batu diperlukan untuk memperoleh intervensi yang cepat sebelum timbul komplikasi serius.

Meningkatakan kemampuan rawat diri dan kemandirian.

DAFTAR PUSTAKA

Doenges at al (2000), Rencana Asuhan Keperawatan, Ed.3, EGC, Jakarta
Price & Wilson (1995), Patofisologi-Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit, Ed.4, EGC, Jakarta
Purnomo, BB ( 2000), Dasar-dasar Urologi, Sagung Seto, Jakarta
Soeparman & Waspadji (1990), Ilmu Penyakit Dalam, Jld.II, BP FKUI, Jakarta



https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgGdLCuuuTQFq7c7Mf_cZSU2z1wI9OUGjLIbWb-fsiGCuocQC60WSdV8p1TxWNSEWI81tT99A1GonCqDbmgj1oGhoDrzWE21H8iOcn4SzKaMxXv0B_CqF-aV8BH92BGU5ARvvtKZHqRDxU/s320/poetra+sentence.jpg



Stenosis Ani

By Unknown | At Friday, March 09, 2012 | Label : , | 0 Comments

Stenosis Ani

STENOSIS ANI

 A.     Pengertian
Stenosis ani merupakan suatu keadaan dimana lumen anus menyempit, ini karena kurangnya kontraktilitas, disebabkan tidak adanya / berkurangnya sel ganglion parasimpatik dari plexus aurbach dan meissner dalam lapisan dinding usus. Sehingga akan terjadi hipertrofi dan distensi yang berlebihan pada kolon, yang lebih proximal, pada daerah distal terutama anus terjadi penyempitan karena daerah anus posisinya terhimpit oleh pelvis. Sebenarnya stenosis ani merupakan penyakit Hirschprung atau mega kolon yang bersegmen pendek, yaitu mulai dari sfinkter anus sampai sigmoid, sedangkan yang bersegmen panjang melebihi kolon sigmoid sampai usus halus.
Kolostomi merupakan tindakan infasif dengan tujuan membuat anus buatan, dimaksudkan untuk menjamin kelancaran pasase usus dan mencegah penyulit – penyulit yang tidak diinginkan seperti enterokolitis, peritonitis dan sepsis ( Darmawan Kartono, 95 ).
 B.     Penyebab dan Faktor Predisposisi
Kelainan ini merupakan faktor kongenital atau bawaan. Penyebab belum diketahui secara pasti. Kelainan  kongenital merupakan kelainan  dalam pertumbuhan bayi yang timbul sejak kehidupan hasil konsepsi dalam kandungan. Kelainan kongenital suatu mal formasi, yaitu jenis kelainan  kongenital yang timbul dalam kehidupan intra uterine, pada masa stadium organogenesis di kehamilan trimester pertama. Penyebab kelainan  kongenital belum diketahui, ada beberapa faktor peyebab :
1.      Kelainan  Kromosom
Kelainan  genetik pada suami atau istri dapat menimbulkan kelainan  kongenital pada anaknya. Dengan kemajuan teknik dalam menyelidiki secara langsung bentuk dan jumlah kromosom dalam sel – sel manusia, maka dapat ditemukan hubungan antara kelainan  dalam jumlah serta bentuk kromosom dan kelainan  kongenital tertentu, misalnya kelainan  pada kromosom autosome pada organ dalam menyebabkan gastroschisis, omfalokel, megacolon atau hirschprung.
2.      Faktor Mekanik
Tekanan mekanik pada janin dalam uterus dapat menyebabkan kelainan  bentuk. Bentuk kelainan  tergantung daerah organ yang mengalami tekanan yang terus menerus,
3.      Faktor Infeksi
Infeksi yang dapat menimbulkan kelainan  kongenital ialah terutama infeksi oleh virus. Pada masa organogenesis , yakni dalam triwulan pertama kehamilan, karena infeksi ini menimbulkan gangguan dalam pembentukan alat – alat atau organ dalam tubuh janin.
4.      Faktor umur ibu
Kehamilan di usia tua atau mendekati menopouse beresiko lebih tinggi melahirkan anak dengan kelainan  kongenital cacat. Ini diduga karena menurunnya fungsi organ yang mendukung proses kehamilan terutama hormon.
5.      Radiasi
Radiasi yang terus menerus pada kehamilan dapat  menimbulkan mutasigene, yang dapat menyebabkan kelainan  kongenital pada yang dilahirkan
6.      Faktor gizi
Pada ibu hamil yang kekurangan gizi beresiko melahirkan bayi cacat dari pada ibu yang hamil kecukupan gizi. Diduga vitamin A, riboflamin, asam folik, thiamin gizi pendukung pada stadium organogenesis di triwulan pertama.
7.      Faktor lain
Banyak kelainan  kongenital yang tidak diketahui penyebabnya, diduga faktor – faktor hipoxia, hipo – hiperthermia dan juga masalah – masalah sosial dapat menyebabkan kelainan  kongenital .
 Faktor predisposisi
a.       Sosial Ekonomi Rendah
Sosial ekonomi rendah ini berhubungan dengan status gizi keluarga. Status gizi keluarga yang kurang akan menyebabkan gangguan pertumbuhan janin, terutama pada masa kehamilan dimana masa ini sangat dibutuhkan asupan gizi yang cukup. Gizi yang cukup sangat diperlukan untuk perkembangan janin.
b.      Lingkungan
Lingkungan juga sangat penting untuk mendukung pertukaran dan perkembangan radikal bebas yang sering disebabkan polusi terutama polusi udara. Didaerah – daerah industri dan keadaan lingkungan hidup yang buruk, ini sangat mempengaruhi kesehatan apalagi pada masa – masa awal dari kehidupan.
c.       Grande Para ( Usia ibu waktu hamil lebih dari 30 tahun )
Kehamilan diusia tua beresiko lebih tinggi melahirkan anak cacat. Diduga karena menurunnya fungsi organ yang mendukung proses kehamilan, terutama hormon kehamilan.
 C.     Gambaran Klinik
1)      Pada Inspeksi
Distensi abdomen, perut buncit, muntah – muntah warna kehijauan
2)      Palpasi atau Perabaan
Perabaan pada abdomen terasa bagian – bagian dari kolon yang melebar dan bisa dirasakan perut keras atau defans abdomen.
Rectal toucher :
Pada rectal toucher jari terasa terjepit pada bagian yang sempit
3)      Pada riwayat kelahiran, terlambatnya evaluasi mekonium lebih dari 24 jam atau anak tidak bisa defekasi sedangkan anus ada. Pada orang dewasa ada riwayat konstipasi kronik
 4)      Radiodiagnostik
Pemeriksaan fotopolos abdomen, terlihat tanda – tanda obstruksi usus lebih rendah. Umumnya gambaran kolon sulit dibedakan dengan gambaran usus halus.
Pada pemeriksaan foto dengan enema barium, terlihat lumen recto sigmoid mengecil, bagian proksimalnya terlihat daerah transisi dan kemudian melebar. Pemukaan mukosa bagian usus yang melebar tampak tidak teratur karena proses enterokolitis.
Enema barium tidak perlu diteruskan ke arah proximal bila tanda – tanda yang khas seperti diatas sudah nampak. Apabila tanda – tanda yang khas tersebut diatas tidak tampat diteruskan untuk mengetahui gambaran kolon proximal, mungkin ditemukan penyebab lain.
5)      Patologi Anatomi
Pemeriksaan patologi anatomik dimaksudkan untuk mendeteksi adanya ganglion dilapisan submukosa dan diantara dua lapisan otot, serta melihat serabut saraf. Apabila sediaan untuk pemeriksaan patologi anatomik didapatkan dari biopsi, hisap dari mukosa Rectum, pemeriksaan hanya untuk melihat ganglion meissner dilapisan sub mukosa dan melihat penebalan serabut – serabut saraf. pada hirschprung tidak dijumpai penebalan serabut saraf.
 D.    Anatomi dan Fisiologi
Usus besar merupakan tabung muskular berongga dengan panjang sekitar 5 kaki ( sekitar 1,5 m ) yang terbentang dari sekum sampai kanalis ani. Diameter usus besar sudah pasti lebih besar daripada usus kecil. Rata – rata sekitar 2,5 inci ( sekitar 6,5 m ), tetapi makin dekat anus diameternya semakin kecil.
Usus besar dibagi menjadi sekum, kolon dan Rectum seperti dilukiskan dalam gambar. Pada sekum terdapat katup ileosekal dan appendiks yang melekat pada ujung sekum. Sekum menempati sekitar dua atau tiga inci pertama dari usus besar. Katup ileosekal mengontrol aliran kimus dari ileum ke sekum. Kolom dibagi lagi menjadi : kolon asendens, transversum desendens dan sigmoid. Tempat dimana kolon membentuk kelokan tajam yaitu pada abdomen kanan dan kiri atas berturut – turut dinamakan fleksura hepatika dan fleksura linealis. Kolon sigmoid mulai setinggi krista iliaka dan berbentuk suatu – S. lekukan bagian bawah membelok kekiri waktu kolon sigmoid bersatu dengan rektum, yang menjelaskan alasan anatomis meletakkan penderita pada sisi kiri bila diberi enema. Pada posisi ini, gaya berat membantu mengalirkan air dari rektum ke fleksura sigmoid. Bagian utama usus besar yang terakhir dinamakan rektum dan terbentang dari kolon sigmoid sampai anus ( muara ke bagian luar tubuh ). inci terakkhir dari rektum dinamakan kanalis ani dan dilindungi oleh sfingter ani eksternus dan internus. Panjang rektum dan kanalis ani sekitar 5,9 inci ( 15 cm ).
Usus besar memiliki empat lapisan morfologik seperti juga bagian usus lainnya. Akan tetapi ada beberapa gambaran yang khas pada usus besar saja. Lapisan otot logitudinal usus besar tidak sempurna, tetapi terkumpul dalam tiga pita yang dinamakan taenia koli. Taenia bersatu pada sigmoid distal, dengan demikian rektum mempunyai satu lapisan otot longitudinal yang lengkap. Panjang taenia lebih pendek dari pada usus, hal ini menyebabkan usus tertarik dan berkerut membentuk kantong – kantong kecil yang dinamakan haustra. Apendises epiploika adalah kantong – kantong kecil peritoneum yang berisi lemak dan melekat di sepanjang taenia. Lapisan mukosa usus lebih besar jauh lebih tebal daripada lapisan mukosa usus halus dan tidak mengandung vili atau rugae. Kriptus lieberkuhn (kelenjar intestinal) terletak lebih dalam dan mempunyai lebih bayak sel globlet daripada usus halus.
Usus besar secara klinis dibagi menjadi belahan kiri dan kanan sejalan dengan suplai darah yang diterima. Arteri mesenterika superior memperdarahi belahan bagian kanan (sekum, kolon asendens dan dua pertiga proksimal kolon transvertum), dan arteri messenterika inferior memperdarahi belahan kiri (sepertiga distal kolon trasversum, kolon desendens dan sigmoid, dan bagian proksimal rektum ). Suplai darah tambahan untuk rektum adalah melalui arteria sakralis media dan arteri hemoroidalis inferior dan media yang di cabangkan dari arteria iliaka interna dan aorta abdominalis.
Alir balik vena dari kolon dan rektum superior melalui vena messenterika superior dan inferior dan vena hemorhoidalis superior, yaitu bagian dari sistem portal yang mengalirkan darah ke hati. Vena hemorhoidalis media dan inferior mengalirkan darah ke vena iliaka dan merupakan bagian dari sirkulasi sitematik. Terdapat anastomose inferior, sehingga peningkatan tekanan pada portal dapat mengkibatkan aliran balik ke dalam vena – vena ini dan mengakibatkan hemorhoid.
Persarafan usus besar dilakukan oleh sistem saraf otonom dengan perkecualian sfingter eksterna yang berada di bawah kontrol voluntar. Serabut para simpatis berjalan melalui saraf vagus ke bagian tengah kolon transversum dan saraf pelvikus yang berasal dari daerah sakral mensuplai bagian distal. Serabut simpatis meninggalkan medula spinalis melalui saraf splangnikus untuk mencapai kolon. Perangsangan simpatis menyebabkan pengahambatan sekresi dan kontraksi serta perangsangan simpatis sfingter rektum, sedangkan perangsangan para simpatis mempunyai efek yang berlawanan.
Usus besar mempunyai berbagai fungsi yang semuanya berkaitan dengan proses akhir isi usus. Fungsi usus besar yang paling penting adalah mengabsorpsi air dan elektrolit, yang sudah hampir lengkap pada kolon bagian kanan. Kolon sigmoid befungsi sebagai reservoir yang menampung massa feses yang sudah dehidrasi sampai defekasi berlangsung.
Rectum dimulai dari kolon sigmoid dan berakhir pada saluran anal ± 3 cm panjangnya. Saluran ini berakhir ke  dalam anus yang dijaga otot internal dan external. Struktur rectum, serupa dengan kolon tetapi dinding yang berotot lebih tebal. Dan membran mukosanya membuat lipatan – lipatan membujur yang disebut kolumna morgadni. Didalam anus ini serabut otot musculer menebal untuk membentuk otot sfingter anus interna. Sel – sel yang melapisi saluran anus berubah sifatnya, epitium bergaris menggantikan sel – sel silinder, sfingter externa menjaga saluran anus dan orifisium supaya tertutup.
E.     Patofisiologi
Pada penyakit hirschprung karena absensinya ganglion meissner dan ganglion aurbach dalam lapisan dinding usus, mulai dari sfingter ani kearah proximal dengan panjang yang bervariasi 70%-80% terdapat di daerah rectosigmoid, 10% sampai seluruh kolon dan sekitar 5 % mengenai seluruh usus sampai ke pilorus ( Darmawan Kartono, 1997)
Absensinya ganglion meissner dan aurbach mengakibatkan usus yang bersangkutan tidak bekerja normal. Peristaltik tidak mempunyai daya dorong, sehingg usus tersebut  tidak bisa dalam proses evakuasi feces ataupun udara, gejala klinis penderita sebagai gangguan pasase usus. Tiga tanda yang khas; keterlambatan evakuasi mekonium, muntah hijau dan distensi abdomen.
Penampilan Makroskopik : bagian usus yang tidak bergangglion terlihat spastik dan lumen kecil. Usus di bagian proximalnya disebut daerah transisi, terlihat mulai melebar dari bagian yang menyempit usus di proximalnya lebih melebar lagi dan umumnya mengecil kembali mendekati kaliber lumen usus normal.
 F.      Fokus pengkajian Keperawatan
1.      Pola nutrisi ( menurut ganer)
a)      Pola nutrisi dan metabolik
Penurunan nafsu makan, mual, muntah karena adanya obstruksi gas dan akan meningkatkan tekanan intra abdomen. Pembatasan makanan dari Rumah Sakit diet rendah sisa, bubur.
b)      Pola eliminasi BAB
1)      Konstipasi  ; karena kelemahan peristaltik usus
2)      Feces          ; konsistensi; skibala
3)      Diare         ; biasanya terjadi ada penyulit enterokolitis
c)      Pola aktifitas dan latihan
1)      Aktifitas kebiasaan klien setiap hari
2)      Kebutuhan hidup ( ADL) sehari – hari
3)      Pekerjaan klien
d)      Pola reproduksi dan sexual
1)      Tanda – tanda kelamin sekunder, waktu pertama kali menstruasi
2)      Tanda – tanda kelamin primer
3)      Status klien, bujang, menikah, tidak menikah
e)      Pola istirahat dan tidur
Istirahat tidur berkurang, merasakan keadaan sakitnya, setuasi tak adaptif lingkungan rumah sakit
f)        Pola persepsi sensori
1)      Nyeri    : kadang distensi abdomen
2)      Sensasi nyeri baik
g)      Pola kognitif
1)      Daya ingat baik
2)      Kesadaran, tergantung sakitnya
h)      Pola peran hubungan keluarga
Hubungan keluarga, orang tua, anak, kakak, adik
i)        Pola persepsi dan konsep diri
1)      Citra tubuh terganggu    : kolostomi
2)      Harga diri rendah          : adanya citra tubuh yang terganggu
j)        Pola koping dan toleransi stress
1)      Hobi; untuk mengalihkan perasaan
2)      Teman dekat; untuk mencurahkan perasaannya
3)      Intro/ exofet; menghadapi masalah
k)      Pola nilai kepercayaan
1)      kepatuhan beribadah, agama klien
2)      hubungan kedekatan dan beribadah menurut klien
2.      Pemeriksaan fisik
Abdomen :
I. :   Distensi abdomen, perut membuncit
A.: Peningkatan bising usus, karena terjadi sunbatan, pasase usus  terganggu
P :   Defans abdomen, teraba masa skibala, nyeri
P :  Timpani, pekak
Rectum :
       Inspeksi : terlihat anus
       Rectal    : jari terasa terjepit dan terdapat skibala
G.    Fokus Intervensi
1.      Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit berhubungan dengan muntah
Tujuan :
-         keseimbangan cairan dan elektrolit tidak terganggu
kriteria hasil
-         Intake dan output seimbang
-         Tidak ada tanda – tanda dehidrasi
-         Tanda – tanda vital normal intervensi
-         Awasi masukan dan keluaran cairan
-         Kaji tanda – tanda dehidrasi
-         Kaji tanda – tanda vital
-         Catat intake dan output
-         Kolaburasi untuk pemberian cairan parenteral
2.      Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan penekanan saraf tepi     (doengoes, 1993)
Tujuan:
-         Nyeri berkurang/ hilang
Kriteria hasil :
-         Skala nyeri turun
-         Klien tamapak tenang
Intervensi :
-         Monitor intensitas dan skala nyeri
-         Kaji faktor – faktor yang dapat meningkatkan dan menurunkan nyeri
-         Ajarkan teknik distraksi dan relaksasi
-         Kolaburasi pemberian analgetika
-         Kolaburasi pemasangan sonde lambung dan rectal tube
3.      Gangguan pola eliminasi BAB : konstipasi berhubungan dengan obstruksi Rectum ( Carpenito, 1999)
Tujuan :
-         Pola eliminasi BAB normal
Kriteria hasil :
-         Klien BAB 1X sehari
Intervensi :
-         Kaji penyebab konstipasi
-         Ajarkan diet yang seimbang
-         Dorong masukan cairan sedikitnya 2000 cc air putih
-         Motivasi mobilisasi aktif yang dianjurkan
-         Kolaburasi pemberian laksansia
4.      Resiko tinggi infeksi berhubungan dengan luka, tindakan infasif                   ( Carpenito, 1999)
Tujuan :
-         Agar tidak terjadi infeksi
Kriteria hasil :
-         Luka bersih
-         Tidak ada tanda – tanda infeksi
Intervensi :
-         Rawat luka secara aseptik dan antiseptik
-         Kaji tanda – tanda infeksi
-         Kolaburasi gizi untuk pemberian antibiotika
5.      Resiko tinggi nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan mual, muntah
Tujuan :
-         Agar kebutuhan nutrisi terpenuhi
Kriteria hasil :
-         Berat badan seimbang
-         Hb dan albumin dalam keadaan normal
Intervensi :
-         Kaji penyebab mual, muntah
-         Monitor intake makanan
-         Berikan situasi makan yang menyenangkan
-         Anjurkan untuk makan porsi kecil tetapi sering
-         Kolaburasi pemeriksaan Hb dan albumin per minggu
-         Monitor berat badan
-         Kaji keadaan kulit klien
6.      Gangguan konsep diri : Citra tubuh berhubungan dengan kolostomi
Tujuan :
-         Agar citra tubuh tidak terganggu
Kriteria hasil :
-         Klien tampak tidak murung
-         Klien percaya diri
-         Klien bisa berinteraksi dengan lingkungan
Intervensi :
-         Motivasi klien untuk mengungkapkan perasaannya
-         Berikan informasi tentang kolostomi yang bisa diterima klien
-         Gali potensi diri klien
-         Gali hal – hal yang positif
-         Motivasi pendekatan spiritual
-         Libatkan keluarga untuk pemberian suport mental
-         Besarkan hati klien
 DAFTAR PUSTAKA
1.             Smeltzer Suzanne C. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner & Suddarth. Alih bahasa Agung Waluyo, dkk. Editor Monica Ester, dkk. Ed. 8. Jakarta : EGC; 2001.
2.             Doenges M.E. (1989) Nursing Care Plan, Guidlines for Planning Patient Care (2 nd ed ). Philadelpia, F.A. Davis Company.
3.             Long; BC and Phipps WJ (1985) Essential of Medical Surgical Nursing : A Nursing Process Approach St. Louis. Cv. Mosby Company



https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgGdLCuuuTQFq7c7Mf_cZSU2z1wI9OUGjLIbWb-fsiGCuocQC60WSdV8p1TxWNSEWI81tT99A1GonCqDbmgj1oGhoDrzWE21H8iOcn4SzKaMxXv0B_CqF-aV8BH92BGU5ARvvtKZHqRDxU/s320/poetra+sentence.jpg

.

Asuhan Keperawatan Periapendiks Infiltat

By Unknown | At Friday, March 09, 2012 | Label : , | 0 Comments

Asuhan Keperawatan Periapendiks Infiltat

Asuhan Keperawatan Periapendiks Infiltat
I. Konsep Dasar PAI
A.     Pengertian
Periapendiks Infiltrat adalah merupakan suatu keadaan menutupnya apendiks dengan omentum, usus halus, atau adeneksa sehingga terbentuk massa periapendikuler (R.Sjamsuhidajat, dkk, 1997).
B.     Penyebab
Bakteri
Faktor pendukung :
Pengosongan apendiks yang terhambat
Stenosis
Pita/adesi
Mesoapendiks yang pendek
Erosi selaput lendir
C.     Patofisiologi
Peradangan awal
Apendisitis mukosa dan dinding apendiks
Mekanisme pertahanan dengan membatasi proses radang yaitu menutup apendiks
dengan omentum, usus halus atau adeneksa
Massa periapendiks infiltrat
Meradang                                        Tidak abses                              Abses
Terbentuk jaringan                           Massa apendiks                        Perforasi
Parut                                               tenang dan
Mengurai diri                            Demam remiten
Secara lambat                           Toksik
Perlengketan                                                                                    syock
dengan jaringan
sekitarnya
Meradang akut
(akseserbasi)
Demam
D. Penatalaksanaan Medik
Keadaan massa periapendiks yang masih mobil dilakukan operasi u/ mencegah perforasi yang di ikuti peritonitis.
Pada massa periapendiks yang terfiksir dan pendindingan yang sempurna pada orang dewasa di rawat dulu dan diberi antibiotika, diawasi suhu, ukuran massa, serta luasnya peritonitis.
Bila suhu normal, massa periapendiks hilang, leukosit normal pasien bisa pulang.
Apendiktomi efektif dapat dikerjakan 2-3 bulan kemudian.
II. Pengkajian
A.     Aktifitas/istirahat ; Malaese
B.     Sirkulasi : Takikardi
C.       Eliminasi : konstipasi pada awitan awal,kadang-kadang diare,distensi abdomen, nyeri tekan nyeri lepas, kekakuan, penurunan atau tidak ada bising usus.
D.       Makanan/cairan : Anoreksia, mual, muntah.
E.        Nyeri/Kenyamanan
Nyeri abdomen sekitar epigastrium, dan umbilikus, yang meningkat berat dan terlokalisasi pada titik Mc.Burney, Meningkat karena berjalan, bersin, batuk, atau napas dalam (nyeri berhenti diduga perforasi, atauinfark pada apendiks).
Nyeri lepas pada sisi kiri dengan inflamsi peritoneal.
F.      Keamanan : Demam
G.     Pernafasan : Takipnoe, pernafasan dangkal.
H.     Pemeriksaan diagnostik : SDP (sel darah putih) 12.000mm³, netropil menigkat
Urinalis : Normal tetapi ery/leuko ada.
Foto abdomen : Ada pengerasan daerah apendiks.
III. Diagnosa Keperawatan yang mungkin timbul :
1.      Resiko tinggi terhadap infeksi b/d tidak adekuatnya pertahanan utama, perforasi/ruptur pada apendiks, peritonitis, pembentukan abses.
2.      Resiko tinggi terhadap kekurangan volume cairan tubuh b/d status hipermetabolik, mual muntah.
3.      Gangguan rasa nyaman nyeri b/d distensi jaringan usus oleh inflamsi.
IV. Rencana intervensi keperawatan
Tgl/No
Diagnosa Kep.
Intervensi
Rasional
Mahasiswa
15402
1.
Resti terhdp. kekurangan volume cairan tubuh b/d status hipermetabolikmual muntah
Tujuan :
Mempertahan
kan keseimbangan cairan tubuh.
Kriteria :
Kelembab mukosa, turgor kulit baik, TTV stabil haluaran urine adekuat.
•Awasi TTV
•Kaji mukosa, turgor kulit
•Catat masukan dan haluaran
•Auskultasi bising usus, kelancaran flatus.
•Berikan minum sedikit-sedikit kalau muntah
•Kolaborasi u/ terapi cairan•
Tanda fluktuasi volume cairan
Keadekuatan sirkulasi perifer
Balance cairan
tubuh
Indikator kembalinya peristaltik.
Menurunkan iritasi gaster Meminimal
kan kekurangan cairan.
Keseimbangan cairan tubuh.
Dahlan D.Ahmad.
2.
Resiko tinggi terhadap infeksi b/d tidak adekuatnya pertehanan utama
Tujuan :
Menungkatnya penyembuhan
Kriteria :
Suhu normal
Leuko turun
Awasi TTV
Berikan antibiotika sesuai indikasi
Mewaspadai infeksi sepsis
Menurunkan jumlah mikroorganisme dan penyebaran di abdomen
Dahlan D.Ahmad
3.
Gangguan rasa nyaman nyeri b/d distensi jaringan usus karena inflamsi
Tujuan :
Nyeri hilang
Kriteria:
Nampak rileks, dapat tidur
Kaji nyeri, lokasi, karakteristik
Pertahankan posisi istirahat dgn smi fowler.
Beri analgetik
Berguna dalam pengawasan keefektifan obat.
Gravitasi melokalisasi eksudat dalam abdomen bawah
Menghilangkan nyeri
Dahlan D.Ahma
Daftar Pustaka
Marilynn E.Doenges, (2000), Rencana Asuhan Keperawatan, EGC, Jakarta.
R. Sjamsuhidajat, dkk,(1997) Buku Ajar Ilmu Bedah, EGC, Jakarta.
Kriteria Ansietas
Tipe Ansietas
Gejala-Gejala yang muncul
Ringan
≥ Persepsi dan perhatian meningkat, waspada
≥ Mampu mengatasi situasi bermasalah
≥ Dapat mengitegrasikan pengalaman masa lalu
≥ Dapat mevalidasi keadaan yang dihadapi
≥ Ingin tahu, mengulang pertanyaan
≥ Kecendrungan untuk tidur
Sedang
≥ Persepsi agak menyempit/tidak perhatian
≥ Sedikit sulit untuk berkonsetrasi
≥ Memandang pengalaman saat ini dengan arti masa lalu
≥ Sedikit gagal mengenali apa yang sedang terjadi
≥ Perubahan suara/nada agak tinggi
█ Peningkatan frekuensi nadi jantung pernafasan
≥ Tremot / gemetar
Berata
█Persepsi sangat kurang
≥ Belajar sangat terganggu
≥ Memandang pengalaman saat ini dengan arti masa lalu
█ Berfungsi sangat buruk, komunikasi sulit dipahami
█Hiperventilasi, takikardi, Sakit kepala, pusing, mual
(Carpenito L.J, 1995).


 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgMwCfIwNisGFsdYjWegN7kz3SPXKJxAwKJHVkBWX0jmeCi-J-nu2lIT4ixbxHvA3cSfKekXAa-s0r-T8SsOfEYLOfzak328AQ-3thJPAv9ktopHyNoyBXAX4c5OdCOi8CWZhygXcVIMPU/s1600/wyje8crc.jpg

Rukun Dan Makna Islam

By Unknown | At Friday, March 09, 2012 | Label : , | 0 Comments

Rukun Dan Makna Islam

Rukun Dan Makna Islam
Sebagai seorang muslim sudah seharusnya kita mengetahui dengan baik agama kita. Karena dengan Islamlah seseorang bisa meraih kebahagiaan yang hakiki dan sejati. Sebuah kebahagiaan yang tidak akan usang di telan waktu dan tidak akan pernah hilang di manapun kita berada. Sebuah kebahagiaan yang sangat mahal harganya yang tidak dapat diukur dengan materi dunia sebesar apapun. Oleh karena itu sudah selayaknya bagi kita untuk mempelajari Islam, terlebih lagi bagian inti dari Islam yang menjadi pilar agama ini sehingga kebahagiaan pun bisa kita raih.
Rasul kita yang mulia telah memberitahu kepada kita seluruh perkara yang bisa mengantarkan kita pada kebahagiaan yang hakiki dan abadi yaitu surga Allah subhanahu wa ta’ala dan beliau juga telah memperingatkan kita dari seluruh perkara yang dapat menjerumuskan kita pada kehancuran dan kebinasaan yang abadi yaitu azab neraka yang sangat pedih yang Allah sediakan bagi orang-orang yang bermaksiat kepada-Nya.
Demikianlah kasih sayang Rasul kita kepada umatnya bahkan melebihi kasih sayang seorang ibu pada anaknya.
لَقَدْ جَاءكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِالْمُؤْمِنِينَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ
“Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.” (QS. At Taubah: 128)
Rasul kita telah memberi tahu pada kita tentang pilar agama Islam yang mulia ini. Beliau bersabda yang artinya, “Islam ini dibangun di atas lima perkara: (1) Persaksian bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, (2) mendirikan sholat, (3) menunaikan zakat, (4) pergi haji ke baitullah, dan (5) berpuasa pada bulan Romadhon.” (HR. Bukhari Muslim)
Demikian pula ketika menjawab pertanyaan malaikat Jibril yang bertanya kepada beliau, “Wahai Muhammad! Beri tahukan kepadaku tentang Islam?” Kemudian beliau menjawab, “Islam adalah Engkau bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, kemudian Engkau mendirikan sholat, kemudian Engkau menunaikan zakat, kemudian Engkau berpuasa pada bulan Ramadhon, kemudian Engkau menunaikan haji jika mampu.” Kemudian ketika beliau kembali ditanya oleh malaikat Jibril, “Wahai Muhammad! Beri tahukan kepada ku tentang Iman?” Kemudian beliau menjawab, “Engkau beriman kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-Nya, utusan-Nya, hari akhir dan Engkau beriman pada takdir Allah yang baik maupun yang buruk.” (HR. Muslim)
Demikianlah Rasul kita memberikan pengertian kepada umatnya tentang Islam, apa itu Islam yang seharusnya kita jalankan? Dan bagaimana seorang menjalankan Islam? Dalam hadits tersebut dapat kita ambil kesimpulan bahwa Islam adalah perkara-perkara agama yang lahiriah sedangkan iman adalah perkara-perkara yang terkait dengan hati.
Sehingga jika digabungkan istilah Iman dan Islam maka hal ini menunjukkan hakikat agama Islam yaitu mengerjakan amalan-amalan lahir yang dilandasi keimanan. Jika ada orang yang mengerjakan amalan-amalan Islam namun perbuatan tersebut tidak dilandasi dengan keimanan, maka inilah yang disebut dengan munafik. Sedangkan jika ada orang yang mengaku beriman namun ia tidak mengamalkan perintah Allah dan Rasulnya maka inilah yang disebut dengan orang yang durhaka.
Berdasarkan hadits tersebut sekarang kita tahu bahwa agama Islam ini dibangun di atas lima pilar:
1.    Persaksian tentang dua kalimat syahadat bahwa tidak ada yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.
2.    Menegakkan sholat.
3.    Menunaikan zakat.
4.    Berpuasa pada bulan Romadhon.
5.    Pergi haji ke tanah suci jika mampu.
Dan kelima hal inilah yang disebut dengan Rukun Islam yang merupakan pilar utama tegaknya agama Islam ini. Barang siapa yang mengerjakan kelima pilar ini, maka ia berhak mendapatkan janji Allah subhanahu wa ta’ala berupa surga-Nya yang penuh dengan kenikmatan.
1.    Makna Islam
Jika kita mendengar kata Islam, maka ada dua pengertian yang dapat kita ambil. Pengertian islam yang pertama adalah Islam secara umum yang memiliki makna: Berserah diri kepada Allah dengan tauhid dan tunduk serta patuh pada Allah dengan menjalankan ketaatan kepadanya dan berlepas diri dari perbuatan menyekutukan Allah (syirik) dan berlepas diri dari orang-orang yang menyekutukan Allah (musyrik).
Islam dengan makna yang umum ini adalah agama seluruh Nabi Rosul semenjak nabi Adam ‘alaihi salam. Sehingga jika ditanyakan, apa agama nabi Adam, Nuh, Musa, Isa nabi dan Rosul lainnya? Maka jawabannya bahwa agama mereka adalah Islam dengan makna Islam secara umum sebagaimana yang telah disebutkan di atas. Demikian juga agama para pengikut Nabi dan Rasul sebelum nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah Islam dengan pengertian di atas, pengikut para Nabi dan Rasul terdahulu berserah diri pada Alah dengan tauhid, tunduk dan patuh kepada-Nya dengan mengerjakan amal ketaatan sesuai dengan syariat yang dibawa oleh nabi dan Rasul yang mereka ikuti serta berlepas diri dari kesyirikan dan orang-orang yang berbuat syirik. Agama pengikut nabi Nuh adalah Islam, agama pengikut nabi Musa pada zaman beliau adalah Islam, agama pengikut nabi Isa pada zaman beliau adalah Islam dan demikian pula agama pengikut nabi Muhammad pada zaman ini adalah Islam. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
مَا كَانَ إِبْرَاهِيمُ يَهُودِيّاً وَلاَ نَصْرَانِيّاً وَلَكِن كَانَ حَنِيفاً مُّسْلِماً وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ
“Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik.” (QS. Ali Imran: 67)
Sedangkan pengertian yang kedua adalah makna Islam secara khusus yaitu: Agama Islam yang dibawa oleh Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang mencakup di dalamnya syariat dan seluruh ajaran yang dibawa oleh Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Dan inilah makna Islam secara mutlak, artinya jika disebutkan “Agama Islam” tanpa embel-embel macam-macam, maka yang dimaksud dengan “Agama Islam” tersebut adalah agama Islam yang dibawa oleh nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sehingga orang-orang yang masih mengikuti ajaran nabi Nuh, nabi Musa atau ajaran nabi Isa setelah diutusnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam maka orang ini tidaklah disebut sebagai seorang muslim yang beragama Islam. Di samping itu, ada pengertian Islam secara bahasa yaitu Istislam yang berarti berserah diri.
1.    Pilar Islam Pertama: Dua Kalimat Syahadat
Inilah pilar Islam yang pertama dan utama yaitu persaksian bahwa tidak ada Tuhan yang berhak untuk disembah selain Allah subhanahu wa ta’ala dan persaksian bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Tanpa adanya pilar ini, maka tidak ada bangunan Islam dari diri seseorang. Demikian pula jika pilar ini hancur, maka akan ikut hancur pula bangunan Islam dari diri seseorang. Oleh karena itu sudah seharusnya seorang muslim memperhatikan dan senantiasa memelihara hal yang satu ini dalam seluruh waktu dan kehidupannya.
Persaksian bahwa tidak ada Tuhan yang berhak untuk disembah selain Allah subhanahu wa ta’ala dan persaksian bahwa Muhammad adalah utusan Allah tidak cukup hanya sekedar di lisan saja, namun lebih dari itu, seorang yang bersaksi haruslah mengetahui dan meyakini hal yang dia saksikan serta mengamalkan konsekuensi kesaksiannya tersebut.
Jika ada seorang saksi yang berbicara dengan lisannya bahwa dia telah melihat sesuatu namun ternyata hal tersebut tidaklah benar alias dia hanya berbohong maka saksi seperti ini disebut saksi palsu. Demikian juga, jika ada orang yang mengucapkan kedua kalimat syahadat dengan lisannya, namun ternyata hatinya tidak meyakininya, maka orang ini adalah seorang pendusta.
Allah subhanahu wa ta’ala menyebutnya sebagai orang munafik ketika mereka mengatakan bahwa mereka bersaksi bahwa Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah utusan Allah, namun Allah mendustakan persaksian palsu mereka yang tidak muncul keyakinan tersebut.
Allah berfirman:
إِذَا جَاءكَ الْمُنَافِقُونَ قَالُوا نَشْهَدُ إِنَّكَ لَرَسُولُ اللَّهِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ إِنَّكَ لَرَسُولُهُ وَاللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ لَكَاذِبُونَ
“Apabila orang-orang munafik datang kepadamu, mereka berkata: “Kami mengakui, bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul Allah.” Dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul-Nya; dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya orang-orang munafik itu benar-benar orang pendusta.” (QS. Al Munafiquun: 1)
Kalimat yang pertama dari dua kalimat syahadat ini, yaitu kalimat Laa Ilaha Illallah bukanlah kalimat yang ringan dan sepele. Ada makna yang sangat dalam dan konsekuensi yang sangat besar di balik kedua kalimat ini. Bahkan Allah pun menjadi saksi kalimat Laa Ilaha Illallah ini.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
شَهِدَ اللّهُ أَنَّهُ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ وَالْمَلاَئِكَةُ وَأُوْلُواْ الْعِلْمِ قَآئِمَاً بِالْقِسْطِ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
“Allah menyaksikan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Ali Imran: 18)
Kalimat Laa Ilaha Ilallah, sebagaimana penjelasan para ulama, memiliki makna:
لَا مَعْبُوْدَ حَقٌ إِلَا اللهُ
“Tidak ada sesembahan yang berhak untuk disembah selain Allah”
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
ذَلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّ مَا يَدْعُونَ مِن دُونِهِ هُوَ الْبَاطِلُ وَأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيرُ
“Yang demikian itu, adalah karena sesungguhnya Allah, Dialah (Tuhan) Yang Haq dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain dari Allah, itulah yang batil, dan sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (QS. Al Hajj: 62)
Dari makna ini kita mengetahui adanya sesembahan selain Allah subhanahu wa ta’ala yang disembah oleh manusia seperti kuburan, pohon, para Nabi, malaikat, orang shalih dan lain sebagainya. Namun sesembahan tersebut pada hakikatnya tidak berhak sama sekali untuk disembah dan diibadahi karena yang berhak disembah dan diibadahi hanyalah Allah subhanahu wa ta’ala.
فَمَا أَغْنَتْ عَنْهُمْ آلِهَتُهُمُ الَّتِي يَدْعُونَ مِن دُونِ اللّهِ مِن شَيْءٍ لِّمَّا جَاء أَمْرُ رَبِّكَ وَمَا زَادُوهُمْ غَيْرَ تَتْبِيبٍ
“Karena itu tiadalah bermanfaat sedikit pun kepada mereka sembahan-sembahan yang mereka seru selain Allah, di waktu azab Tuhanmu datang. Dan sembahan-sembahan itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali kebinasaan belaka.” (QS. Huud: 101)
Dalam ayat ini, Allah menyebutkan bahwa orang-orang musyrik memiliki sesembahan selain Allah. Namun sesembahan itu sama sekali tidak dapat memberikan manfaat pada mereka ketika datang azab Allah.
Oleh karena itu, sungguh suatu fenomena yang sangat menyedihkan sekali ketika kita melihat ada seorang muslim yang sudah mengucapkan kedua kalimat syahadat, namun dia masih melakukan berbagai macam bentuk peribadatan kepada selain Allah subhanahu wa ta’ala baik itu kepada orang shalih, kuburan, jin penunggu dan lain sebagainya.
Di antara penyebab terjadinya hal ini adalah ketidaktahuan terhadap agama Islam yang menimpa banyak kaum muslimin di zaman ini. Terlebih lagi tidak tahu terhadap tauhid yang merupakan inti dari agama Islam.
Dalam kalimat لا اله إلا الله terkandung dua aspek yang sangat penting. Yang pertama yaitu aspek peniadaan/negasi, hal ini tercermin pada kata-kata لا اله (Tidak ada sesembahan yang berhak disembah) yang berarti meniadakan dan segala macam bentuk peribadatan pada selain Allah, apapun bentuknya.
Para ulama mengistilahkan aspek pertama ini dengan istilah An Nafyu (النفي). Sedangkan aspek yang kedua yaitu aspek penetapan, hal ini tercermin pada kata-kata إلا الله (kecuali Allah) yang berarti menetapkan bahwa seluruh macam bentuk peribadatan hanyalah untuk Allah semata. Para ulama mengistilahkan aspek pertama ini dengan istilah Al Itsbat (الإثبات).
Kedua aspek ini sangatlah penting untuk dipahami dengan benar oleh seorang muslim yang ingin merealisasikan dua kalimat syahadat ini. Karena, jika seorang muslim salah dalam memahaminya, maka ia akan salah pula dalam merealisasikannya. Contohnya bisa kita lihat pada orang-orang yang sekarang disebut dengan JIL (Jaringan Islam Liberal), sebagian mereka (baca: Nurcholis Madjid jazaahullahu bimaa yastahiq) menafsirkan dan memaknai kalimat Tauhid dengan makna “tidak ada tuhan (dengan t kecil) kecuali Tuhan (dengan T besar)”. Dengan tafsiran yang salah ini, mereka menyamakan seluruh Tuhan yang ada yang disembah manusia. Ujung kesimpulan mereka, mereka mengatakan bahwa Tuhan seluruh agama adalah satu hanya berbeda-beda dalam penyebutannya. Semoga Allah membinasakan orang-orang seperti ini dan menjauhkan kaum muslimin dari pemikiran seperti ini.
Kedua aspek ini pulalah yang telah dipahami oleh Nabi Ibrahim ‘alaihi salam Imam orang-orang yang bertauhid, bapaknya para Nabi dan Rasul.
Allah berfirman ketika menceritakan perkataan Ibrahim ‘alaihi salam,
وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِ إِنَّنِي بَرَاء مِّمَّا تَعْبُدُونَ إِلَّا الَّذِي فَطَرَنِي فَإِنَّهُ سَيَهْدِينِ وَجَعَلَهَا كَلِمَةً بَاقِيَةً فِي عَقِبِهِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
“Dan ingatlah ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya: “Sesungguhnya aku berlepas diri terhadap apa yang kamu sembah, tetapi (aku menyembah) Tuhan Yang menjadikanku; karena sesungguhnya Dia akan memberi hidayah kepadaku.” Dan lbrahim menjadikan kalimat tauhid itu kalimat yang kekal pada keturunannya supaya mereka kembali kepada kalimat tauhid itu.” (QS. Az Zukhruf: 26-28)
Nabi Ibrahim ‘alaihi salam, menafikan seluruh sesembahan yang disembah oleh kaumnya dengan mengatakan bahwa beliau berlepas diri dari hal tersebut. Kemudian beliau menetapkan bahwa peribadatan beliau hanyalah kepada Tuhan yang telah menciptakan beliau yaitu Allah subhanahu wa ta’ala. Kemudian beliau menjadikan kalimat لا اله إلا الله tersebut kekal untuk keturunannya.
Kemudian bagian kedua dari dua kalimat syahadat ini yaitu persaksian bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Allah subhanahu wa ta’ala telah menegaskan bahwa telah ada seorang Rasul di antara manusia ini yang Allah utus, dan dialah Nabi kita, teladan kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allah ‘azza wa jalla berfirman,
لَقَدْ جَاءكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِالْمُؤْمِنِينَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ
“Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.” (QS. At Taubah: 128)
Allah subhanahu wa ta’ala juga berfirman,
هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولاً مِّنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِن كَانُوا مِن قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُّبِينٍ
“Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata.” (QS. Al Jumuah: 2)
Makna kalimat kedua ini adalah yang meyakini bahwa Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam diberi wahyu oleh Allah dan meyakini beliau adalah benar-benar utusan Allah, serta beliau adalah penutup para Nabi (Syarah Arba’in An Nawawiyah Syaikh Shalih Alu Syaikh: hadits kedua). Oleh karena itu, barang siapa yang berkeyakinan bahwa beliau tidaklah diberi wahyu oleh Allah subhanahu wa ta’ala maka persaksiannya tidaklah sah. Hal ini banyak kita saksikan di zaman sekarang, ada orang-orang yang meragukan agama Islam. Mereka mengatakan bahwa Al Quran dan Hadits hanyalah konsep yang disusun oleh Muhammad dan bukan wahyu yang diturunkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala yang kemudian konsep tersebut dijalankan oleh para sahabatnya, wal’iyadzubillah.
Barang siapa yang meyakini bahwa beliau tidaklah diutus untuk menyampaikan sesuatu yang telah diperintahkan kepada beliau, maka persaksiannya tidaklah sah. Demikian juga barang siapa yang menganggap adanya Rasul dan utusan Allah setelah Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka persaksiannya tersebut tidaklah sah. Sebagaimana diklaim oleh sebagian orang yang mengatakan bahwa ada di antara kelompoknya yang menjadi Nabi seperti Mirza Ghulam Ahmad (jazaahullahu bimaa yastahiq) atau Nabi-nabi kelas lokal seperti Lia Aminuddin (kafaanallahu ‘an syarrihaa) dan lain sebagainya.
Persaksian bahwasanya Muhammad adalah utusan Allah memiliki konsekuensi yaitu taat terhadap perintah beliau, membenarkan berita yang beliau bawa, dan menjauhi seluruh larangan beliau dan kita beribadah kepada Allah hanya dengan syariat yang beliau bawa. Syaikh Nu’man bin Abdul Kariim Al Watr berkata dalam Taisir Wushul, “Taat dengan perintah beliau yaitu menaati Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika beliau memerintahkan kita. Karena taat pada beliau adalah taat pada Allah dan karena perkataan beliau tidak berasal dari hawa nafsu dan Rasulullah hanya memerintahkan kita dengan hal-hal yang bermanfaat bagi dunia dan agama kita. Membenarkan berita yang beliau bawa karena beliau adalah orang yang jujur dan dibenarkan dan karena perkataan beliau tidak berasal dari hawa nafsu dan merupakan konsekuensi beriman bahwa beliau adalah benar-benar Rasulullah adalah membenarkan perkataan beliau. Menjauhi seluruh larangan beliau karena perkataan beliau tidak berasal dari hawa nafsu dan beliau hanya melarang kita dari hal yang tidak bermanfaat bagi dunia dan agama kita. Beribadah kepada Allah hanya dengan syariat yang beliau bawa karena orang yang beribadah pada Allah dengan syariat selain beliau maka dia telah melakukan bid’ah. Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, “Barang siapa yang beramal dengan amalan yang tidak ada perintahnya dari kami maka amalan tersebut tertolak.” (HR. Muslim)” (Taisir Wushul hal: 73).
2.    Pilar Islam Kedua: Menegakkan Sholat
Pilar Islam yang kedua setelah dua kalimat syahadat adalah menegakkan sholat lima waktu. Bahkan sholat ini adalah pembeda antara seorang yang beriman dan yang tidak beriman, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sesungguhnya yang memisahkan antara seseorang dengan kesyirikan dan kekufuran adalah meninggalkan sholat.” (HR. Muslim).
Oleh karena itu seorang muslim haruslah memperhatikan sholatnya. Namun sungguh suatu hal yang sangat memprihatinkan, banyak kaum muslimin di zaman ini yang meremehkan masalah sholat bahkan terkadang lalai dari mengerjakannya.
Lima waktu sholat tersebut adalah sholat Zhuhur, sholat Ashar, sholat Magrib, Sholat Isya dan Sholat Subuh. Inilah sholat lima waktu yang wajib dilakukan oleh seorang muslim. Mari kita simak sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik, beliau berkata, “Sholat lima waktu diwajibkan pada Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam pada malam Isra Mi’raj sebanyak 50 waktu, kemudian berkurang sampai menjadi 5 waktu kemudian beliau diseru, “Wahai Muhammad sesungguhnya perkataan-Ku tidak akan berubah dan pahala 5 waktu ini sama dengan pahala 50 waktu bagimu.” (Muttafaqun ‘alaihi)
Allah subhanahu wa ta’ala juga berfirman,
أَقِمِ الصَّلاَةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَى غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآنَ الْفَجْرِ إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُوداً
“Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat).” (QS. Al Isra: 78)
Pada firman Allah,
أَقِمِ الصَّلاَةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَى غَسَقِ اللَّيْلِ
“Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam.”
Terkandung di dalamnya kewajiban mengerjakan sholat Zuhur sampai dengan Isya kemudian pada firman-Nya,
وَقُرْآنَ الْفَجْرِ إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُوداً
“Dan (dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat).” terkandung di dalamnya perintah mengerjakan sholat subuh. (Lihat Syarah Aqidah al Wasithiyyah Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin).
Mendirikan sholat adalah kewajiban setiap muslim yang sudah baligh dan berakal. Adapun seorang muslim yang hilang kesadarannya, maka ia tidak diwajibkan mengerjakan sholat berdasarkan hadits dari Ali rodhiallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau berkata, “Pena diangkat dari tiga golongan, dari orang yang tidur sampai dia bangun, dari anak kecil sampai dia mimpi dan dari orang gila sampai dia sembuh.” (HR. Abu Daud No 12,78 dan 4370 Lihat di Shohih Jami’us Shaghir 3513 ).
Walaupun demikian, wali seorang anak kecil wajib menyuruh anaknya untuk sholat agar melatih sang anak menjaga sholat lima waktu. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Perintahkanlah anak kalian yang sudah berumur tujuh tahun untuk mengerjakan sholat, dan pukullah mereka agar mereka mau mengerjakan sholat saat mereka berumur 10 tahun dan pisahkanlah tempat tidur mereka.” (Hasan, Shahih Jami’us Shaghir 5868, HR. Abu Daud)
3.    Pilar Islam Ketiga: Menunaikan Zakat
Inilah rukun Islam yang ketiga yaitu menunaikan zakat. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاء وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ
“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat. dan yang demikian itulah agama yang lurus.” (QS. Al Bayyinah: 5)
Allah subhanahu wa ta’ala juga berfirman ketika mengancam orang-orang yang tidak mau membayar zakatnya,
وَلاَ يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ يَبْخَلُونَ بِمَا آتَاهُمُ اللّهُ مِن فَضْلِهِ هُوَ خَيْراً لَّهُمْ بَلْ هُوَ شَرٌّ لَّهُمْ سَيُطَوَّقُونَ مَا بَخِلُواْ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلِلّهِ مِيرَاثُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَاللّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
“Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Ali Imran: 180)
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam sebuah hadits dari Abu Hurairoh dari Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda, “Barang siapa yang diberikan harta oleh Allah namun dia tidak menunaikan zakatnya pada hari kiamat dia akan menghadapi ular jantan yang botak kepalanya karena banyak bisanya dan memiliki dua taring yang akan mengalunginya pada hari kiamat. Kemudian ular tersebut menggigit dua mulutnya dan berkata, aku adalah harta simpananmu, aku adalah hartamu.” Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca ayat,
وَلاَ يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ يَبْخَلُونَ بِمَا آتَاهُمُ اللّهُ مِن فَضْلِهِ هُوَ خَيْراً لَّهُمْ بَلْ هُوَ شَرٌّ لَّهُمْ سَيُطَوَّقُونَ مَا بَخِلُواْ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلِلّهِ مِيرَاثُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَاللّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
“Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Ali Imran: 180)
4.    Pilar Islam Keempat: Berpuasa Pada Bulan Ramadhan
Inilah rukun Islam keempat yang wajib dilakukan oleh seorang muslim yaitu berpuasa selama satu bulan penuh pada bulan Ramadhan dengan menahan makan, minum dan berhubungan suami istri serta pembatal lain dari mulai terbit fajar sampai tenggelamnya matahari. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ أَيَّاماً مَّعْدُودَاتٍ فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضاً أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ فَمَن تَطَوَّعَ خَيْراً فَهُوَ خَيْرٌ لَّهُ وَأَن تَصُومُواْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيَ أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan , maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (QS. Al Baqarah: 183-185)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah, “Barang siapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan karena beriman dengan kewajibannya dan mengharap pahala dari Allah maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (Muttafaqun ‘Alaihi)
Dalam hadits yang lain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah berfirman, seluruh amal anak cucu Adam adalah untuknya sendiri kecuali puasa. Puasa adalah untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya. Puasa adalah perisai. Jika kalian berpuasa, maka janganlah kalian berbicara kotor atau dengan berteriak-teriak. Jika ada yang menghina kalian atau memukul kalian, maka katakanlah “aku sedang berpuasa” sebanyak dua kali. Demi Zat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah dibandingkan bau minyak kesturi pada hari kiamat nanti. Orang yang berpuasa mendapatkan dua kebahagiaan, bahagia ketika berbuka berpuasa dan bahagia dengan sebab berpuasa ketika bertemu dengan Rabbnya.” (Muttafaqun ‘Alaihi)
Dalam hadits lain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya di dalam surga terdapat sebuah pintu yang disebut dengan pintu Ar Rayyan. Hanya orang-orang yang sering berpuasa yang akan memasuki pintu tersebut. Mereka dipanggil, “Mana orang-orang yang berpuasa?” kemudian mereka masuk ke dalamnya dan orang-orang selain mereka tidak bisa masuk. Jika mereka sudah masuk, maka tertutup pintu tersebut dan tidak ada lagi yang masuk selain mereka.” (Muttafaqun ‘alaihi)
5.    Pilar Islam Kelima: Menunaikan Haji ke Baitullah Jika Mampu
Rukun Islam yang kelima yaitu menunaikan haji ke Baitullah jika mampu sekali seumur hidup. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
وَلِلّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِي
“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah.” (QS. Ali Imran: 97)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairoh, “Umroh yang satu dengan yang selanjutnya menjadi pelebur dosa di antara keduanya dan tidak ada pahala yang pantas bagi haji yang mabrur kecuali surga.” (Muttafaqun ‘alaihi)
Dalam hadits lain yang diriwayatkan dari Abu Hurairah beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berkhotbah, “Wahai manusia, Allah telah mewajibkan pada kalian ibadah haji, maka berhajilah.” Kemudian ada seorang laki-laki yang berkata, “Apakah pada setiap tahun wahai Rasulullah?” kemudian beliau terdiam sampai-sampai laki-laki itu bertanya sebanyak tiga kali. Kemudian beliau bersabda, “Seandainya aku katakan Iya, niscaya akan wajib bagi kalian padahal kalian tidak mampu. Biarkan apa yang aku tinggalkan karena sesungguhnya sebab kebinasaan orang setelah kalian adalah banyak bertanya dan menyelisihi nabinya. Jika aku perintahkan satu hal maka lakukan semampu kalian dan jika aku melarang sesuatu maka jauhilah.” (HR. Muslim).
Apakah yang dimaksud dengan mampu pada pelaksanaan ibadah haji? Syaikh Abdul ‘Azhim bin Badawi menjelaskan bahwa kemampuan dalam melaksanakan ibadah haji terkait dengan 3 hal yaitu:
Pertama, kesehatan berdasarkan hadits dari ibnu Abbas bahwa ada seorang wanita dari Ja’tsam yang mengadu pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah sesungguhnya ayahku terkena kewajiban haji ketika umurnya sudah tua dan ia tidak mampu menaiki tunggangannya, apakah aku boleh berhaji untuknya?” Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Berhajilah untuknya.” (Muttafaqun ‘alaihi)
Kedua, memiliki bekal untuk perjalanan haji pulang-pergi dan memiliki bekal untuk kebutuhan orang-orang yang wajib dia beri nafkah. Hal ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Cukuplah seorang disebut sebagai pendosa jika dia menyia-nyiakan orang yang wajib dia nafkahi.” (HR. Abu Daud)
Ketiga, aman dari gangguan dalam perjalanan. Karena menunaikan haji padahal kondisi tidak aman adalah sebuah bahaya dan bahaya merupakan salah satu penghalang yang disyariatkan.
KATA PENGANTAR
Puji syukur dipanjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya. Sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Shalawat serta salam tetap tercurahkan pada junjungan kita Nabi Muhammad SAW.
Di antara tujuan penulis adalah untuk memberikan informasi mengenai Metodologi Memahami Rukun Islam. Dasar penulisan dilakukan untuk memenuhi tugas makalah Agama Islam.
Dalam penyelesaian makalah ini penulis  ingin mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu. Ucapan terima kasih kepada dosen pembimbing serta semua pihak yang telah membantu hingga makalah ini selesai tepat pada waktunya.
Akhirnya, penulis menyadari bahwa makalah ini jauh dari kesempurnaan, untuk itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.
◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Copyright © 2012. Poetra Sentence™ - All Rights Reserved B-Seo Versi 3 by Blog Bamz