3/9/12

Materi Askep Tuberculosa

Askep Tuberculosa

a.       Tuberkolusis
Tuberkolusis paru adalah suatu penyakit menular  yang disebabkan oleh basil Mikrobacterium tuberkolusis yang merupakan  salah satu penyakit saluran pernafasan bagian bawah yang sebagian besar  basil tuberkolusis masuk ke dalam jaringan paru melalui airbone  infection dan selanjutnya mengalami proses yang dikenal sebagai focus  primer dari ghon ( Hood Alsagaff, th 1995. hal 73)
b.       Batuk Darah(Hemoptisis)
Batuk  darah (hemoptisis)adalah darah atau dahak berdarah yang dibatukkan  berasal dari saluran pernafasan bagian bawah yaitu mulai dari glottis  kearah distal, batuk darah akan berhenti sendiri jika asal robekan  pembuluh darah  tidak luas , sehingga penutupan  luka dengan cepat terjadi . (Hood Alsagaff, 1995, hal 301)
2.      Faktor-  factor yang mempengaruhi timbulnya masalah .
a.       anatomi  dan fisiologi
System pernafasan terdiri dari  hidung , faring , laring ,trakea , bronkus , sampai dengan alveoli  dan paru-paru
Hidung merupakan saluran pernafasan yang  pertama , mempunyai dua lubang/cavum nasi. Didalam terdapat bulu yang  berguna untuk menyaring udara , debu dan kotoran yang masuk dalam lubang  hidung . hidung dapat menghangatkan udara pernafasan oleh mukosa (Drs.  H. Syaifuddin. B . Ac , th 1997 , hal 87 )
Faring merupakan tempat  persimpangan antara jalan pernafasan dan jalan makanan , faring terdapat  dibawah dasar tengkorak , dibelakang rongga hidung dan mulut sebelah  depan ruas tulang leher . faring dibagi atas tiga bagian yaitu sebelah  atas yang sejajar dengan koana yaitu nasofaring , bagian tengah dengan  istimus fausium disebut orofaring , dan dibagian bawah sekali dinamakan  laringofaring .(Drs .H.syafuddin. B.Ac 1997 hal 88)
Trakea  merupakan cincin tulang rawan yang tidak lengkap (16-20cincin), panjang  9-11 cm dan dibelakang terdiri dari jaringan ikat yang dilapisi oleh  otot polos dan lapisan mukosa . trakea dipisahkan oleh karina menjadi  dua bronkus yaitu bronkus kanan dan bronkus kiri (Drs .H . Syaifuddin  .B. Ac th 1997, hal 88-89)
Bronkus  merupakan lanjutan dari trakea yang membentuk bronkus utama kanan dan  kiri , bronkus kanan lebih pendek dan lebih besar daripada bronkus kiri  cabang bronkus yang lebih kecil disebut bronkiolus yang pada ujung –  ujung nya terdapat gelembung paru atau gelembung alveoli (H.Syaifuddin  B Ac th1997, hal 89-90).
Paru-  paru merupakan sebuah alat tubuh yang sebagian besar terdiri dari  gelembung – gelembung .paru-paru terbagi menjadi dua yaitu paru-paru  kanan tiga lobus dan paru-paru kiri dua lobus . Paru-paru terletak pada  rongga dada yang diantaranya menghadap ke tengah rongga dada / kavum  mediastinum. Paru-paru mendapatkan darah dari arteri  bronkialis yang kaya akan darah dibandingkan dengan darah arteri  pulmonalis yang berasal dari atrium kiri.besar daya muat udara oleh  paru-paru ialah 4500 ml sampai 5000 ml udara. Hanya sebagian kecil udara  ini, kira-kira 1/10 nya atau 500 ml adalah udara pasang surut .  sedangkan kapasitas paru-paru adalah volume udara yang dapat di capai  masuk dan keluar paru-paru yang dalam keadaan normal kedua paru-paru  dapat menampung sebanyak kuranglebih 5 liter. (Drs. H. Syaifuddin . B.Ac  .th 1997 hal 90 , EVELYN,C, PIERCE , 1995 hal 221)
Pernafasan  ( respirasi ) adalah peristiwa menghirup udara dari luar yang  mengandung oksigen ke dalam tubuh (inspirasi) serta mengeluarkan udara  yang mengandung karbondioksida sisa oksidasi keluar tubuh (ekspirasi)  yang terjadi karena adanya perbedaan tekanan antara rongga pleura dan  paru-paru .proses pernafasan tersebut terdiri dari 3 bagian yaitu:
1.      Ventilasi  pulmoner.
Ventilasi merupakan proses inspirasi dan ekspirasi  yang merupakan proses aktif dan pasif yang mana otot-otot interkosta  interna berkontraksi dan mendorong dinding dada sedikit ke arah luar,  akibatnya diafragma turun dan otot diafragma berkontraksi. Pada  ekspirasi diafragma dan otot-otot interkosta eksterna relaksasi dengan  demikian rongga dada menjadi kecil kembali,    udara terdorong keluar. ( LUH GEDE.Y.A.SKp.1995.hal 124.  Drs.H.Syaifuddin.B.Ac.1997.hal 91)
2.      Difusi  Gas.
Difusi Gas adalah bergeraknya gas CO2 dan CO3  atau partikel lain dari area yang bertekanan tinggi  kearah yang bertekanann rendah. Difusi  gas  melalui membran pernafasan  yang dipengaruhi oleh  factor ketebalan membran, luas permukaan membran, komposisi membran,  koefisien difusi O2 dan CO2 serta perbedaan tekanan gas O2 dan CO2.  Dalam Difusi gas ini pernfasan yang  berperan  penting yaitu alveoli dan darah. (Ni Luh Gede.Y.A. SKP. Th 1995 hal 124,  Drs. H. Syaifuddin. B.Ac.1997 hal 93 .Hood .Alsegaff  th  1995 . hal 36-37)
3.      Transportasi  Gas
Transportasi gas adalah perpindahan gas dari paru  ke jaringan dan dari jaringan ke paru dengan bantuan darah (aliran  darah). Masuknya O2 kedalam sel darah yang bergabung dengan hemoglobin  yang kemudian membentuk oksihemoglobin sebanyak 97% dan sisa 3 % yang  ditransportasikan ke dalam cairan plasma dan sel .(Ni Luh Gede Y. A. Skp  th1995 hal 125 Hood Alsegaff th 1995 hal 40).
b.      Patofisiologi
Penyebaran kuman Mikrobacterium tuberkolusis bisa  masuk melalui tiga tempat yaitu saluran pernafasan , saluran pencernaan  dan adanya luka yang terbuka pada kulit. Infeksi kuman ini sering  terjadi melalui udara ( airbone ) yang cara penularannya dengan droplet  yang mengandung  kuman dari orang yang terinfeksi  sebelumnya .(Sylvia.A.Price.1995.hal 754)
Penularan tuberculosis paru  terjadi karena penderita TBC membuang ludah dan dahaknya sembarangan  dengan cara dibatukkan atau dibersinkan keluar. Dalam dahak dan ludah  ada basil TBC-nya , sehingga basil ini mengering lalu diterbangkan angin  kemana-mana. Kuman terbawa angin dan jatuh ketanah maupun lantai rumah  yang kemudian terhirup oleh manusia melalui paru-paru dan bersarang  serta berkembangbiak di paru-paru. ( dr.Hendrawan.N.1996,hal 1-2 )
Pada  permulaan penyebaran akan terjadi beberapa kemungkinan yang bisa muncul  yaitu penyebaran limfohematogen yang dapat menyebar melewati getah  bening atau pembuluh darah. Kejadian ini dapat meloloskan kuman dari  kelenjar getah bening dan menuju aliran darah dalam jumlah kecil yang  dapat menyebabkan lesi pada organ tubuh yang lain. Basil tuberkolusis  yang bisa mencapai permukaan alveolus biasanya di inhalasi sebagai suatu  unit yang terdiri dari 1-3 basil. Dengan adanya basil yang mencapai  ruang alveolus, ini terjadi dibawah lobus atas paru-paru atau dibagian  atas lobus bawah, maka hal ini bisa membangkitkan reaksi peradangan.  Berkembangnya leukosit pada hari hari pertama ini di gantikan oleh  makrofag.Pada alveoli yang terserang mengalami konsolidasi dan  menimbulkan tanda dan gejala pneumonia akut. Basil ini juga dapat  menyebar melalui getah bening menuju kelenjar getah bening regional,  sehingga makrofag yang mengadakan infiltrasi akan menjadi lebih panjang  dan yang sebagian bersatu membentuk sel tuberkel epitelloid yang  dikelilingi oleh limfosit,proses tersebut membutuhkan waktu 10-20 hari.  Bila terjadi lesi primer paru yang biasanya disebut focus ghon dan  bergabungnya serangan kelenjar getah bening regional dan lesi primer  dinamakan kompleks ghon. Kompleks ghon yang mengalami pencampuran ini  juga dapat diketahui pada orang sehat yang kebetulan menjalani  pemeriksaan radiogram rutin.Beberapa respon lain yang terjadi pada  daerah nekrosis adalah pencairan, dimana bahan cair lepas kedalam  bronkus dan menimbulkan kavitas.Pada proses ini akan dapat terulang  kembali dibagian selain paru-paru ataupun basil dapat terbawa sampai ke  laring ,telinga tengah atau usus.(Sylvia.A Price:1995;754)
Kavitas  yang kecil dapat menutup sekalipun tanpa adanya pengobatan dan dapat  meninggalkan jaringan parut fibrosa. Bila peradangan mereda lumen  bronkus dapat menyempit dan tertutup oleh jaringan parut yang terdapat  dengan perbatasan bronkus rongga. Bahan perkijauan dapat mengental  sehingga tidak dapat mengalir melalui saluran penghubung, sehingga  kavitas penuh dengan bahan perkijauan dan lesi mirip dengan lesi  berkapsul yang tidak lepas.Keadaan ini dapat tidak menimbulkan gejala  dalam waktu lama atau membentuk lagi hubungan dengan bronkus dan menjadi  tempat peradangan aktif.(Syilvia.A Price:1995;754)
Batuk  darah (hemaptoe) adalah batuk darah yang terjadi karena penyumbatan  trakea dan saluran nafas sehingga timbul sufokal yang sering fatal. Ini  terjadi pada batuk darah masif  yaitu  600-1000cc/24 jam.Batuk darah pada penderita TB paru disebabkan oleh  terjadinya ekskavasi dan ulserasi dari pembuluh darah pada dinding  kapitas.(Hood Al sagaff dkk:1995;85-86).


 http://4.bp.blogspot.com/-dvUTws4DVnE/T1o_xfyX1qI/AAAAAAAAA-A/oOkUig__e6g/s320/poetra+sentence.jpg

0 comments:

Post a Comment

Untuk berkomentar.Silahkan tinggalkan pesan dibawah iniI.Untuk semua pengguna pilih " beri komentar sebagai : ANONIMOUS "

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Google+ Badge

Google+ Followers

Copyright © 2012. Poetra Sentence™ - All Rights Reserved B-Seo Versi 3 by Blog Bamz